Goguryeo
Goguryeo adalah kerajaan paling besar di antara Tiga Kerajaan. Goguryeo didirikan tahun 37 SM oleh Jumong (Dongmyeongseong) pertama memeluk Buddhisme pada tahun 372 di masa pemerintahan Raja Sosurim.
Goguryeo mencapai masa keemasan pada abad ke 5, ketika Raja Gwanggaeto dan anaknya Jangsu memperluas wilayah kekuasaan sampai Manchuria dan Mongolia, serta merebut Seoul dari tangan kerajaan Baekje. Gwanggaeto dan Jangsu akhirnya memaksa Baekje dan Silla untuk tunduk dan untuk pertama kalinya menyatukan semenanjung Korea.
Goguryeo menangkis berkali-kali serangan tentara Cina dalam Perang Goguryeo-Sui tahun 598 sampai 614 yang menyebabkan runtuhnya Dinasti Sui. Namun dengan banyaknya perang dengan Cina, telah perlahan-lahan melemahkan Goguryeo. Goguryeo ditundukkan dalam serangan gabungan Silla dan Dinasti Tang tahun 668.
Baekje
Baekje didirikan tahun 18 SM oleh Raja Onjo seperti yang disebutkan di Samguk sagi.
Teks Cina kuno Sanguo Zhi menyebutkan bahwa Baekje adalah bagian dari Konfederasi Mahan yang berlokasi di lembah sungai Han (dekat Seoul saat ini). Baekje memperluas wilayah kekuasaannya ke propinsi Chungcheong dan Jeolla dan menjadi saingan bagi Goguryeo dan dinasti-dinasti di Cina.
Pada puncak kegemilangannya pada abad ke 4, Baekje menguasai semua negara bagian Konfederasi Mahan dan menguasai bagian barat semenanjung Korea.
Baekje memainkan peran yang penting dalam mentransfer perkembangan budaya ke Jepang seperti pengenalan karakter Tionghoa, agama Buddha, pembuatan barang dari besi, keramik dan upacara pemakaman Baekje ditundukkan oleh aliansi Silla dan Dinasti Tang pada tahun 660 dan anggota kerajaannya melarikan diri ke Jepang.
Silla
Menurut catatan sejarah, Kerajaan Silla terbentuk pada saat unifikasi negara bagian milik Konfederasi Jinhan oleh Bak Hyeokgeose tahun 57 SM di bagian selatan semenanjung Korea.
Artefak Silla seperti kerajinan emas menunjukkan adanya pengaruh nomadik, dan tidak dipengaruhi budaya Tionghoa seperti halnya milik Goguryeo dan Baekje. Silla berkembang cepat dan menguasai wilayah lembah sungai Han dan menyatukan berbagai wilayah kecil.
Pada abad ke 2, Silla mulai tumbuh menjadi kerajaan yang kuat dan sering terlibat perang dengan Baekje, Goguryeo dan Jepang. Pada tahun 660 Raja Silla, Raja Muyeol, menundukkan Baekje bersama Jenderal Kim Yushin yang dibantu pasukan dari Dinasti Tang. Pada tahun 661 Silla dan Tang menyerbu Goguryeo, namun dapat ditangkis. Raja Muyeol melakukan serangan lagi tahun 667 dan Goguryeo ditaklukkan pada tahun berikutnya.
Gaya
Gaya adalah nama dari sebuah konfederasi yang berlokasi di lembah Sungai Nakdong di Korea bagian selatan, yang berkembang dari Konfederasi Byeonhan dari periode Samhan. Periode tradisional yang digunakan para sejarawan untuk kronologis sejarah gaya adalah tahun 42 - 532 Masehi. Berdasarkan bukti arkeologis dari abad ke-3 sampai abad ke-4, diketahui Gaya berkembang dari gabungan beberapa kota bertembok Byeonhan. Selanjutnya Gaya diserap ke dalam kerajaan Silla, salah satu dari Tiga Kerajaan Korea. Sisa-sisa dari kebudayaan Gaya yang tersisa hanyalah komplek-komplek pemakaman yang berisikan benda-benda persembahan yang sudah diekskavasi oleh para arkeolog. Beberapa makam besar yang berasal dari akhir abad ke-3 sampai abad ke-4 seperti makam Daeseong-dong di Gimhae dan Bokcheon-dong di Busan diketahui sebagai makam dari anggota kerajaan Gaya

Ko BAju kerajaan Silla,miripbaju China ya???? trus mulai baju korea yang sekarang dipakai jaman apa mulainya??
BalasHapusWah kurang tau tuh. tp klo menurut w sih karena waktu ntu Korea masih berpengaruh ma china. Mungkin juga seperti ntu sih. hehehe
BalasHapusMasalah'a w juga gi nyari2 segala sesuatunya ttg kerajaan Korea. Cz w bener penasaran ma serial Korea yg menganut ttg kerajaan..
Sampai sekrang masih blm nemu jawaban yg paz..